Tampilkan postingan dengan label hearts. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hearts. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Januari 2011

Oh yeah, that's how it works!

Wah udah lama banget nih ga posting. Sekarang ceritanya gw lagi libur semesteran sebulaan. Dan gak seperti liburan biasanya dimana gw gak betah di rumah, liburan kali ini gw mageeeeeeeeer banget. Rasanya cuma pengen nonton TV dan main internet dari pagi sampe malem (Yeah, get a life!). Naaah karena ituu gw lagi seneng streaming serial favorit gw, How I Met Your Mother. Di episode 8 season 5 yang judulnya "The Playbook" ceritanya Barney sama Robyn baru putus terus si Robin bilang dia mau fokus kerja dan gamau nyari hubungan lagi. Then, I got this quote:

Robyn: Alright, I'm going to go get the paper.

Ted: More like go get a husband

Marshall: Heh, totally...

Robyn: Ok guys, stop that, seriously. The last thing I'm looking for right now is a relationship.

Ted: Uh huh... When you pick up that paper make sure you check the wedding announcements.... FOR YOURS.

Marshall: Robyn, it's like this; Do you have any idea how many in my life I've gone to the freezer looking for frozen waffles and not found them?

Robyn: Thousands?

Marshall: Millions. But when I go to the freezer looking for a popsicle, or the remote control because Lily and I are having a fight and she's hidden it there, do you know what I find? Frozen waffles... That's how it works! You go out there looking for a paper, you're coming back with frozen waffles! In this case, frozen waffles is a guy. Also, could you pick up some frozen waffles? In that case, frozen waffles are... frozen waffles.

P.S on that night Robyn really found a guy


 Isn't it so true? And that's how I found you too. When I was so damn sure I'm tired of looking for the right guy and started to find other things that can make me happy. And there you are, standing outside the door, calling my name, being the more than the right guy. 

Oh how I love How I Met Your Mother! :P 

Sabtu, 07 Agustus 2010

Get Ready and Sail Away!

Have a great sail my dear, you're a big boy now
Go reach those stars above, they'll smile and shine in your arms
Go fight those fierce winds that would cross your way, they'll surrender by your demand
Good luck my dear, you're a big boy now


If you find any trouble along the way, go on, blow that whistle
And I'll be there

Rabu, 28 Juli 2010

My Favorite Things-OST The Sound of Music

Bule cilik favorit


Kiddy rocker favorit


Artis cina favorit


Preman muka ga santai favorit


Pemain bola favorit


 Butcher favorit


Tukang sate favorit


Orang gila favorit

Sabtu, 17 Juli 2010

Kopi 3in1

Hari itu Senin, atau mungkin Rabu, karena itu jadwal latihanku. Yang kuingat pasti, sore itu aku sedang berada di lapangan, berlatih futsal di hari hari pertamaku sebagai anak SMA. Sore itu aku melihat kamu, sedang bercanda di gawang dengan kakak kelasku, mencoba merusak konsentrasinya dengan caramu yang lucu. Kamu dengan rambutmu yang masih gondrong sebahu, dan tampangmu yang iseng menyebalkan. Aku sebal, karena aku tak kenal kamu sehingga aku tak bisa ikut bercanda denganmu, sebal karena aku ingin berlatih tapi kamu menghalangi gawangku!
Belakangan ku tahu, kamu Efdian Rahman, baru lulus, sekarang anak Binus.

Lalu setiap Senin dan Rabu, aku melihatmu. Perawakanmu yang kurus dan rambut lurusmu yang sebahu, seperti film kungfu (haha). Setiap Senin dan Rabu pula aku melihat seorang cowok kelas 2 yang menarik perhatianku. Aku lupa bagaimana, akhirnya aku dan kamu saling kenal. Begitu pula aku dan si cowok kelas 2. Pada suatu waktu akhirnya aku jadian dengan si cowok kelas 2. Kamu? Entah bagaimana caranya aku lupa, kita mulai kenal dan bercanda. Dan setiap hari sepulang sekolah, aku akan duduk di depan komputerku dan mengetik untukmu yang ada di sebrang komputermu. Kamu, kamu selalu membuat sore soreku menyenangkan dengan kelakarmu yang khas.
Aku menemukan sahabat baru.

Beberapa bulan bersama si cowok kelas 2, aku dan dia akhirnya putus. Aku mengalami patah hati besar besaranku yang pertama.  Kamu, masih ada di Senin dan Rabuku, dan layar komputerku, setia mendengarkan segala keluh kesahku yang itu itu saja. Kamu juga yang memberikanku saran saran yang benar-benar menguatkan, bukan sekedar simpati yang asal lewat. Sejak itu, kamu lah orang yang paling ku percaya untuk berbagi cerita ceritaku. Dengan keisenganmu yang terkadang kelewatan, kamu menghiburku dengan cara yang unik. Ya, menghiburku sampai aku menangis terkena isenganmu. (Kamu pasti ingat maksudku saat melihat gambar dibawah ini hahaha). Aneh memang, tapi kurasa cowok kelas 2 cukup berperan dalam mendekatkan persahabatan kita.Kamu mengajarkanku untuk menghindari pergaulan yang buruk. Kamu memberikanku gambaran dan arah dari dunia yang masih asing buatku.
Aku menemukan seorang kakak yang selalu kuinginkan

Saat aku naik ke kelas 2, kamu dan aku tetap bersahabat. Aku masih melihatmu setiap Senin Rabu dan pada layar komputerku. Kamu akhirnya membantu Randy melatih futsal cewek karena Angga sibuk skripsi. Kamu dan aku juga bersahabat dengan teman-teman baikku sesama anak futsal, Gita dan Diza. Dan dengan semena-mena kamu memanggil kami selir-selirmu sambil memasang tampangmu yang menyebalkan. Trio Macan. Aku, Gita, dan Diza. Dan kamu. si om om .Senin Rabuku selalu menyenangkan. 
Suatu malam selesai futsal, kamu mengantarku pulang. Saat itu kamu terperanjat karena ternyata rumahku hanya beda beberapa rumah dari rumah sahabatmu semasa SMA, Erick. Aku pun tak menyangka, Mas Erick, begitu aku memanggilnya, adalah teman mainku semasa kecil, tapi semenjak kami dewasa kami tak pernah bertemu. Kamu bilang, Mas Erick sekarang kuliah di Amerika dan akan pulang bulan Juni? Aku sebenarnya lupa bulan apa, kita anggap saja Juni.

Akhirnya aku naik ke kelas 3. Aku harus berhenti futsal. Sudah tidak ada lagi Senin Rabu. Walalupun begitu kita tetap saling bercerita. Tentang apa saja. Kuakui, aku sedikit kangen kamu, kangen Senin Rabu kita. Tapi tak apa karena setiap Mas Erick pulang, kita sering menghabiskan waktu bersama. Kamu, Aku, Mas Erick dan Ryo. Aku ingat, tahun itu, saat aku duduk di kelas 3 tiba-tiba Mas Erick dan Ryo jadi menjodoh-jodohkanmu denganku. Aku malu. Aku pikir tidak mungkin. Begitu pula saat aku bercerita ke Gita. Ya, tidak mungkin. Kamu dan aku adalah sahabat. Kamu adalah abangku. Kamu adalah pepen si penjaja bakso hihi :P


Walaupun begitu, hatiku terasa aneh saat mereka menyebut kamu.

Aku masuk kuliah. Tak lupa kamu memberiku nasehat-nasehat akan pentingnya menjaga pergaulan di dunia yang makin lama makin mengganas ini. Tak lupa pula kamu menawarkan jasa "curhat"mu bila nanti ada sesuatu yang kutemui dan tak kumengerti tentang dunia baru itu. Namun, tidak ada lagi Senin Rabu. Aku tinggal di rumah Neneku sekarang, tidak ada lagi waktu untuk bertemu. Hanya ada dirimu di layar komputerku. Tapi kamu masih disana. Masih ada saat aku menangis tengah malam dan ingin bercerita, masih ada saat aku merasa depresi dan tak berguna.

Semester 2 tiba. Aku lupa awal mulanya tapi tiba-tiba kita jadi sering bertemu. Mengadakan acara-acara di hari Sabtu dengan Gita dan Nico, sahabatku, sahabatmu. Mungkin karena saat itu Gita hampir jadian dengan sahabat SMA-mu, Ray. Aku juga lupa. Yang pasti acara Sabtu selalu kunantikan.
Tiba-tiba kamu berubah. Dari yang dulu selalu mencari celah untuk mengatai entah betisku, entah sifat cengengku, atau mantan-mantanku, menjadi orang yang lemah lembut terhadapku. Dengan tumbennya kamu mengarahkan motormu ke Stasiun Tebet hanya untuk mengantarku latihan softball. Aku bingung, kaget. Benar saja, kamu menyatakan perasaanmu padaku. Aku bodoh saat itu, karena tak mau membuka hati. Aku sedang dalam posisi paranoid terhadap cinta. Aku malah menjauhimu. Aku tahu kamu sedih. Aku merasa jahat. Sampai pada akhirnya kamu bicara padaku, bahwa kamu tak mau menggangguku lagi. Aku menangis.

Kuminta padamu untuk melupakan yang kamu katakan. Sungguh saat itu aku kangen padamu. Kangen dengan keisenganmu yang sampai saat ini belum tertandingi siapapun. Kangen dengan bijaknya kamu saat aku berkeluh kesah. Kangen dengan suara tawamu yang menggelegar tanpa henti itu. Kangen dengan cerita-cerita kita tentang mimpi masing-masing, tentang keinginan dan cita-cita. Aku ingin semua seperti dulu.

Waktu berjalan. Kamu dan aku kembali seperti dulu, namun kali ini kamu dan aku menghabiskan waktu bersama hampir setiap hari. Entah di rumah Gita, di tempat softball, atau makan-makan dengan Nico. Seperti mengganti Senin Rabuku yang hilang. Aku senang.

Lalu tiba-tiba seperti badai tornado hatiku berubah 180 derajat. Aku merasa bodoh karena setelah bertahun-tahun mengenalmu luar dalam aku baru menyadari, kamu lah yang selama ini aku cari. Semua kriteria prince charmingku selama ini ada di kamu. Perhaps, you're better. You watched me grow. You helped me grow. Dan tiba-tiba rasa sayangku padamu berubah. Bukan rasa sayang terhadap sahabat, tetapi lebih. Sekarang kamu bagaikan kopi 3 in 1, dan Senin Rabuku berubah jadi Senin sampai dengan Minggu bersamamu :)


Dear Efdian Rahman, they always tell me best friends are forever. Well I hope it's true.


With Love,
Qya

Kamis, 01 Juli 2010

Dear you

I'd love to say 

P.S please don't say a thing before we meet when I get home. sampai bertemu di dermaga :)

Senin, 28 Juni 2010

is it love

How do you know when you’re in love with someone? Is it when he’s the first thing that comes into you mind when you wake up and the last thing that you think of before you go to sleep? Or is it when your heart melts every time he looks into your eyes? The truth is, the signs come in a thousand different ways.

When you’re having a really bad day and hearing his voice on the phone just makes it all go away.When all you want to do is listen to him talk passionately about his plans for the future. When you would sacrifice your shopping time just to cheer him up on the field. When a mention of his name makes you miss him so much. When all you want to do is staying up and taking care of him when he’s sick. When your face glows every time you meet him. When even the way he laughs and eats and sleeps fascinate you. When you realize you can finish each other’s sentences. When you can recognize his perfume from miles away. When you laugh when he laughs. When you love seeing the reflection of yourself in his eyes.When you can’t stop smiling every time people talk about the two of you. When you remember him in your prayer. When you feel that he’s the only one who can understand you. When everything that makes him happy will make you happy, no matter how hurtful it is inside. When you’re often torn between your own egocentricity and your feelings for him. When really you’re mad at him but all you want to do is cry on his shoulder. When you can’t help glancing at him every other second as you’re both in the car and he’s seriously watching the traffic. When you actually enjoy the moment when he’s teasing you eventhough you’re pissed. When you dream of yourself being married to him with kids. When you want to be the woman who makes him coffee and puts on his tie every morning. When you’re seriously reconsidering the relocation because it means leaving him as you move to another country. When you find his boyish whining attitude is endearing. When you find his snoring endearing. When you have your own nickname for him. When every time his name pops up in your inbox you smile. When you gladly wipes his sweat as he changes your flat tire. When you find his singing entertaining even though he can’t carry a tune. When you forget when was the last time his name doesn’t cross your mind. When you can remember perfectly the sound of his funny laugh, his fake laugh, and his amused laugh. When he’s the only face you want to be on your 500 bucks Anya Hindmarch be-a-bag. When you would stay awake just to watch him sleep. When you’re seriously thinking of getting a tattoo of his name on your left hand. When he makes you happy and makes you cry at the same time. When you want him to always be your ‘imam’ when you’re praying. When you’re glad that you can be helpless sometimes because it means you can rely on his strong arms to help you.When being with him makes you want to be a better person. When everything could go wrong in the world and it’s okay, because he’s there, with you.


taken from : A Cup of Tea by Gita Savitri Devi
make your own one and let me know, bold/larger the line that fits you.

Selasa, 15 Juni 2010

Untuk Tuhan

Untuk yang tercinta, Tuhan,
sungguh, hari ini aku bersyukur. Bersyukur karena Kau memberikanku teman-teman yang luar biasa. Teman-teman yang tidak hanya tau cara bersenang-senang, namun juga menopang. Bersyukur karena mereka selalu siap meruncingkan telinga mereka untuk mendengar, mendengar keluh kesah dan rasa sakit sahabatnya; dan tak lupa membukakan tangan mereka untuk memeluk, mengamankan. 

Tuhan, hari ini aku bersyukur. Bersyukur karena aku disadarkan. Disadarkan bahwa semua orang memiliki sakitnya masing-masing. Namun aku juga disadarkan. Disadarkan bahwa tak peduli betapa banyak sakit yang harus diderita, aku, aku dan sahabat-sahabatku, akan selalu punya tempat untuk mengadu. Aku takkan sendiri, tidak. Tidak pula mereka. Sungguh Tuhan, hari ini aku bersyukur. 

Untuk yang terkasih, Tuhan, aku berterimakasih.

Senin, 07 Juni 2010

I guess I'm not that tough

They're just a great pain in the ass. They take you for granted, they're great dump-ers. Yeah dump-ers, as if that even a word. Mereka makhluk yang disebut cowok. Cowok as in pacar lebih tepatnya. I mean, boy-friends are really really great, but boyfriends? I don't think so. They tried real hard to get you (or at least made you think they're after you), play with your heart, and after they're bored? Boom! They give you a bitter ending. At least that's what they always give me. Buat gw mereka nggak adil. Mereka yang membuat para cewek-cewek jatuh cinta (bahkan membuat cewek-cewek yang tadinya benci setengah mati pada mereka jadi luluh) tapi mereka nggak bertanggung jawab. Saat udah bosen, mereka biarkan saja wanita-wanita malang itu tersengguk-sengguk sendirian. Sejak itu, gw pikir, that's enough playing around with feelings boys. I've had it. Well, no offense, I know not all boys are like that, but who knows? Maybe I'm just ain't lucky getting those who are real jerks?  

Lama-lama gw pikir, gw gak butuh pacar. Being single sangat menyenangkan. I get to hang around with my friends all the time, gak butuh izin ini itu, dan gak ada berantem-berantem yang merusak mood. I feel tough, and independent. Ya, beberapa bulan belakangan ini. Gak tau juga sih kenapa, yang jelas beberapa bulan belakangan ini, especially after I ended my last relationship, I lost trust. I don't believe in love. It's not that my last boyfriend was a monster or anything. He's actually nice and all. It's just that... I don't know, I just can't trust anymore.

But I guess I'm not that tough. Saat hari ini gw kesal dan bosan, sekedar mencari orang yang bisa diajak smsan, bikin gw ketawa, jadi kuping yang siap ngedengerin ledakan-ledakan amarah dari mulut gw. I know that's a best-friend's job, tapi entah kenapa gw lagi pengen aja berkeluh kesah dengan orang lain. With no special reasons. Mungkin karena liburan ini gw mulai nonton film cinta yang menye-menye lagi? Atau karena salah satu temen gw berencana memberikan suatu surprise gift ke pacarnya? Gak tau juga.someone who I could give cheesy love songs to? or simply someone who I could give my home made brownies to? You know, just simple cheesy stuff like that. I guess I'm not that tough now... Mungkin ternyata gw butuh orang yang... hmmm... bisa gw sms saat gw lagi kesel? bisa buat gw ketawa saat gw nangis?

People come and go, really nice people. I know I just need to trust again. And hopefully when I do, I'll meet my fairytale prince. I hope this time, my heart will choose him and his heart will choose mine. Then, we'll live happily ever after.




N.B:  Lirik lagu Both Sides Now-nya Love Actually yang satu ini lagi menjajah pikiran gw.. it goes like..


Moons and junes and ferris wheels, the dizzy dancing way you feel
As every fairy tale comes real; I've looked at love that way.
But now it's just another show. you leave 'em laughing when you go
And if you care, don't let them know, don't give yourself away.

I've looked at love from both sides now,
From give and take, and still somehow
It's love's illusions I recall.
I really don't know love at all.
 
 

Senin, 19 April 2010

Love Cold

You know, now it's cold
Then sometimes it came to mind
Could love come again?
'cause now it feels so cold

Love kills you,
They do

Why tying a bond
When it would became fragile
by time

And it cuts
It really does,
When it breaks

Alone seems alright
Alone relieves the fright

Sabtu, 03 April 2010

Pangeran Berkuda

Every girl has their own prince charming. Sometimes their pick is just so out of the world, but it's okay to dream big right? So this is my prince charming:
1. Big hearted
2. A family guy
3. Humorous
4. A goody good boy
5. Rajin solat
6. Visioner
7. Wise
8. Fun
9. Play music
10. Loves children
11. Smart
12. Warm
13. Thoughtful
14. Gak minum minuman keras miras *singing Roma Irama
15. Non smoker
16. Sabaaar
17. Gak macem-macem
18. Alim tapi gak sok alim dan gak lebay
19. Loves his mom
20. Taller
21. Sopan
Apalagiyaaaa?Masih banyak tapi lupa hahaha. Yeah I know, that's too much to ask for.

Minggu, 28 Maret 2010

Sedang Senang Menulis Blog

Halo, bosen ya ketemu gw terus? Lagi seneng nulis blog nih, itung-itung inkubasi sebelum UTS besok *hem alasan!
Jadi betewe baswei, gw lagi seneng bilang ini nih:

Being not-in-love is so much fun!
You can add "sometimes", "most of the time", or even "rarely" at the front.

Oke dadaah.
Ya, post-an ini amat nggak penting.

Senin, 08 Februari 2010

burning out

Oke kelabilan gw udah mulai akut. Gw kira sehari dua hari bakal ilang. Tapi ternyata tambah hari rasanya tambah parah. Udah empat hari hati gw rasanya nggak enak. Bener-bener nggak enak. Pengen banget gw ledakin rasanya. Pengen nangis guling-guling sesenggukan apa lah terserah tapi abis itu gw lega. Aah ternyata ga segampang itu! I wanted to cry this whole day. Untung aja bisa ditahan. Bener-bener nggak mood ngapa-ngapain. Kuliah aja gak niat. Dengerin dosen bikin gw tambah gila. Gw bener-bener BOSAN! Gatau gw lagi kenapa, pokoknya hati rasanya nggak enak banget banget bangeettt. Disamping kehidupan kampus yang bikin gw frustrasi (di post sebelumnya) and the repressed thing that goes back to the surface ge ngerasa bener-bener bosen. Bosen sebosen bosennya. Tiap hari kerjaan gw gini-gini aja. Hidup kayak nggak ada tujuan, nggak ada mimpi. Umur udah 18 tapi nggak berguna. Bener-bener nggak guna buat orang lain. Gw ngerasa hidup gw statis. Gw ngerasa makin lama gw makin kehilangan minat sama hal-hal yang tadinya gw sukain dan gw lakuin sepenuh hati. Gw ngerasa bener-bener butuh kegiatan yang BERGUNA! Yang punya hubungan sama mimpi yang bahkan gw gatau apa.

Bener-bener hati gw lagi labil. Tadi pagi gw naik kereta bareng temen-temen gw dan gw sadar semua temen-temen gw SMA pas kuliah semua punya aktifitas. Bahkan sebagian besar ikut BEM. Dan gw? Ya gw cuma bisa nyampah. Ga berguna buat siapa-siapa. Gw yang sekarang payah. Pengecut! Manja! Mau aja dikalahin sama situasi.

Sebenernya kemaren gw dapet wejangan dari kedua sahabat gw, Poet dan Shilvi. Shilvi bilang kita harus bisa ditempatin dimana aja, walaupun susah. Itu bagian dari proses pendewasaan. Ya, gw pikir ada benernya juga. Malemnya Poet sms gw bilang baca postan gw sebelum ini dan dia mengajari gw filosofi Spongebob. Filosofi yang sangat bagus menurut gw, sayangnya gw masih terlalu payah untuk bisa nerapin itu. Kata Poet kita harus bisa kayak Spongebob, dimanapun dia berada dia selalu bisa bikin dirinya bersenang-senang. Emang deh mereka berdua dan semua sahabat gw selalu jadi penyelamat gw. They're my savior. Kata-kata mereka bener-bener membuat gw lebih mendingan. Thanks guys you're the best :)

Tapi kelabilan gw kali ini kayaknya akut. Gw sempet berpikir mau ke psikolog. Lumayan deh di kampus gw gratis ini. Huhu I need HELP! I'm burning out :(

Jumat, 05 Februari 2010

and I cried myself to sleep

Have you ever feel so hurt but you don't know why? And all you want to do is cry yourself to sleep? Hoping all that weight upon your shoulder will be lifted away when you wake up in the morning. That happens to me sometimes, and the crying thing usually works.

It happened again last night.

Maybe it's because I saw you yesterday morning, wearing that thing I gave you. I was trying so hard to repress you. But the second I cheered thinking I've succeed, you came again, wearing that thing. Really, I could never understand you, nor myself.

Maybe because I'm frustrated on my university life. I'm depressed about the peers that's getting more and more intense. I'm depressed about the lessons that's getting more and more weird for me. I'm depressed because the student clubs I wanted to join but I didn't feel comfortable because of all the peers (again).In the other hand my friends from other universities and faculties seems to have so much fun. Maybe I envy them.

The thing is, the "crying myself to sleep" thing didn't work this time.

Selasa, 19 Januari 2010

notes from my recent "blog" #5

When Hearts Colide (18th of June, 2009)


life has up and downs
sure

but when hearts collide
when hearts collide

you want to think
but thinking hurts

you want to be brave
but you're afraid

you want to run away
but you're chased

you want to deal with it
but you're ain't sure with what you're dealing with

you want to ask for help
but you never had enough

you want to catch
but you don't know where to start

you want to smile
but it never lasts too long

you want to fly
but you begin to fall

you want to be numb
but you feel too much

you want to blame
but there's no one to be blamed

you want to search for reasons
but you don't even know what's happening

there's no escape
when hearts collide

not even turning back
when hearts collide


notes from my recent "blog" #3

Can You Hear The Heartbeat (29 October 2009)

It feels

like a sun
shining upon the flawless sky
shimmering
but alone

like a moon
looking down into the center of the world
flaring
but curious

like a ship
making it's way to the shore
trembling
but tough

Maybe I'm just a dust
and you're my wind
I always go your way
there's no good for struggling

Well when the wind is gone
I don't know where to go
when to leave
or how to believe

are you still here?


notes from my recent "blog" #2

Curhatan Orang Gila (October 30th, 2009)

kenapa sih? nggak tau kenapa
cuma pengen teriak
nggak ada inspirasi
stuck
aku ini siapa?
mau jadi apa?
ingin berbuat apa?
nggak tau
rasanya kayak ngambang
gak tau jalan tapi nggak punya peta
tolong


notes from my recent "blog" #1

Goodluck My Dear

Hari ini (5 November 2009) gw terharu gara-gara dosen logpenil gw. Jadi ceritanya gw dapet mata kuliah logika dan penulisan ilmiah. Nah di matkul ini kita disuruh bikin 3-5 jurnal tiap bulannya. Jurnalnya itu bisa berisi tulisan argumentatif, induktif-deduktif, atau bahkan curhatan. Ceritanya bulan lalu tugas jurnal udah mendekati deadline sedangkan gw lagi stuck banget gak ada ide. Karena bener-bener bingung akhirnya gw curhat deh tuh tentang love life gw yang buruk hehe.

Ternyata tugas jurnal ini bakal dikasih feedback sama dosen gw yaitu Mbak Evi sama Mbak Dian Wisnu, tapi sekali feedback bareng-bareng 5 orang. Pas dikasih tau kayak gitu gw udah panik. Mati deh, pikir gw, gw udah curhat panjang lebar gitu nanti difeedback trs didenger sama anak-anak kan malu banget.

Eh gataunya pas kuliah tadi pagi beberapa orang dipanggil dan di feedbacknya sendiri-sendiri sama Mbak Dian. Alhamdulillah gw termasuk satu diantara sekian orang. Di tulisan pertama gw, gw ngomongin tentang rumah dan cinta kasih di dalamnya. Lumayan lah feedbacknya bagus cuma kurang ini itu sedikit. Masuk ke tulisan kedua gw yang tentang curhat itu muka gw udah merah banget. Gw bilang gw malu bangett. Dosen gw dengan senyumnya bilang nggak apa-apa. Mbak Dian nyuruh gw baca buku tentang teori cinta gitu. Terus Mbak Dian bilang kurang lebih kayak gini "kamu jangan pernah nge-lable diri kamu pakar patah hati (well that's what I wrote in my journal hehe). Semua orang pasti akan bertemu dengan the right one, kamu juga pasti akan ketemu sama orang yang tepat untuk kamu.Jadi kamu jangan nyerah dulu." Mbak Dian ngomong semua itu sambil senyum dan dengan gesture yang sangat menenangkan. Mbak Dian bahkan nyeritain tentang pengalamannya ke gw.

Ga nyangka banget gw jurnal gw bakal ditanggepin kayak gitu. Gw kira Mbak Dian cuma bakal ngebenerin kalimat-kalimat mana aja yang sumbang, kesimpulan, dan temen2nya lah. Ternyata bukannya nyorat-nyoret jurnal gw, Mbak Dian malah ngasih note buat gw dibawah tulisan gw. Terharu bangett gw hehehe. Gak salah deh masuk psikologi Thanks Mbak Dian, for reminding me :)

Rabu, 06 Januari 2010

0

gadis kecil bermain di tengah padang ilalang
berputar, menari
bersama sang mentari
mencari


gadis kecil menemukan sekuntum bunga matahari!
ia pun kembali menari
dan menengok sesekali
indahnya si bunga matahari










gadis kecil pergi ke padang tiap hari
menemani
menyirami
menyanyangi bunga matahari

waktu berlalu
kau tahu gadis kecil?
bunga matahari takan selamanya
ia mulai layu
sampai akhirnya mati

tak apa,
waktu berkata
bunga matahari akan tumbuh lagi

Happy Ending-Mika

This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.

Wake up in the morning, stumble on my life
Can't get no love without sacrifice
If anything should happen, I guess I wish you well
A little bit of heaven, but a little bit of hell

This is the hardest story that I've ever told
No hope, or love, or glory
Happy endings gone forever more
I feel as if I'm wasted
And I'm wastin' every day

This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
Then live the rest of our life,
But not together.


2 o'clock in the morning, something's on my mind
Can't get no rest; keep walkin' around
If I pretend that nothin' ever went wrong, I can get to my sleep
I can think that we just carried on

This is the hardest story that I've ever told
No hope, or love, or glory
Happy endings gone forever more
I feel as if I'm wasted
And I'm wastin' every day

This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
Then live the rest of our life,
But not together.


A Little bit of love, little bit of love
Little bit of love, little bit of love

This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it's forever.
To live the rest of our life,
But not together.

Selasa, 05 Januari 2010

my mom and her mind-reading magic

Nyokap gw kayak punya ikatan batin deh sama gw. Dari yang mulai yang kecil-kecil kayak gw lagi ngidam banget martabak terus tiba-tiba pulang kantor nyokap bawain martabak, sampe yang besar kayak kemaren..

Kayaknya nggak etis kalo gw nulis di sini terlalu blak-blakan tentang apa yang lagi gw rasain kemaren. Intinya pas gw udah siap-siap tidur (gw lagi sakit jadi si manja satu ini tidur di kamar nyokap hehe) tiba-tiba nyokap membuka pembicaraan tentang pacaran-fungsinya-untuk-mencari-calon-suami-yang-pas. Gw sih udah lupa kata-katan pastiya. Pokoknya intinya nyokap gw bilang nyari calon suami yang bener itu sama pentingnya kayak kuliah. Emang sih mungkin waktu masih panjang tapi kalo dipikir-pikir bener juga omongan nyokap gw. Kita kuliah kan biar bisa mendapatkan pekerjaan atau memulai pekerjaan yang baik biar masa depan kita bahagia. Sama juga kayak pacaran. Pacaran ya tujuannya mencari calon suami yang bener-bener pas dan bisa bikin masa depan kita bahagia.

Karena ituuu... kata nyokap gw kalo punya pacar dan ternyata ngerasa nggak cocok lebih baik cepet-cepet putus aja. Saat kita nikah nanti cocok nggak cocok kita sama pasangan kita saat itu ya harus diterima karena kita udah berkomitmen. Beda sama sekarang. Komitmen saat pacaran ya dihitung dari jadian sampe putus. Kalo nikah ya dari nikah sampe mati. Karena pacaran itu balik lagi tujuannya untuk mencari calon suami, kalo nggak cocok ya buru-buru lah dilepas sebelum kita terlalu bergantung sama dia dan gak bisa lepas. Kata nyokap gw cinta aja nggak cukup untuk menjalin suatu hubungan. Semua orang itu berbeda. Tentu aja kita harus toleransi dan beradaptasi. Tapi kalau teryata kita terlalu berbeda dengan pasangan kita, nggak bisa lagi beradaptasi atau bertoleransi, ya nggak usah dipaksakan. Inget, pernikahan itu seumur hidup, memaksakan diri sama aja membuat diri sendiri menderita.

Bokap gw adalah orang yang amat sangat pendiam sama keluarganya. Nyokap gw kadang-kadang kesel sendiri karena dicuekin terus. Kata nyokap bokap gw lebih suka sama tvnya haha. Gw kira waktu bokap nyokap gw pacaran bokap gw juga orang yang pendiam. Ternyata gw salah besar. Masih berhubungan dengan topik ini nyokap gw cerita bokap gw waktu pacaran itu ngomong terus, bawel, suka cerita lah. Wow dan gw shock. Ternyata kata nyokap gw "wujud asli" seseorang biasanya keliatan kalo dia di rumahnya sendiri. Bener juga sih rumah kan isinya keluarga. Dan kalau nanti berumahtangga artinya kita juga udh jadi keluarga kan? Nah ternyata bokap gw kalo di rumahnya emang pendiem. Well, gw pikir kalo bokap gw yang pacaran aja nggak pendiem pas nikah bisa jd pendiem apalagi kalau gw punya pacar dan pacar gw supercuek sama gw. Gimana nanti?

Last but not least, nyokap gw bilang jangan takut untuk ngelepasin. Karena jodoh udah diatur sama Tuhan.
Thanks a lot for the lesson mom :)