Jumat, 24 September 2010

.

aku kangen kamu bodoh

Sabtu, 07 Agustus 2010

Get Ready and Sail Away!

Have a great sail my dear, you're a big boy now
Go reach those stars above, they'll smile and shine in your arms
Go fight those fierce winds that would cross your way, they'll surrender by your demand
Good luck my dear, you're a big boy now


If you find any trouble along the way, go on, blow that whistle
And I'll be there

Rabu, 28 Juli 2010

My Favorite Things-OST The Sound of Music

Bule cilik favorit


Kiddy rocker favorit


Artis cina favorit


Preman muka ga santai favorit


Pemain bola favorit


 Butcher favorit


Tukang sate favorit


Orang gila favorit

Sabtu, 17 Juli 2010

Kopi 3in1

Hari itu Senin, atau mungkin Rabu, karena itu jadwal latihanku. Yang kuingat pasti, sore itu aku sedang berada di lapangan, berlatih futsal di hari hari pertamaku sebagai anak SMA. Sore itu aku melihat kamu, sedang bercanda di gawang dengan kakak kelasku, mencoba merusak konsentrasinya dengan caramu yang lucu. Kamu dengan rambutmu yang masih gondrong sebahu, dan tampangmu yang iseng menyebalkan. Aku sebal, karena aku tak kenal kamu sehingga aku tak bisa ikut bercanda denganmu, sebal karena aku ingin berlatih tapi kamu menghalangi gawangku!
Belakangan ku tahu, kamu Efdian Rahman, baru lulus, sekarang anak Binus.

Lalu setiap Senin dan Rabu, aku melihatmu. Perawakanmu yang kurus dan rambut lurusmu yang sebahu, seperti film kungfu (haha). Setiap Senin dan Rabu pula aku melihat seorang cowok kelas 2 yang menarik perhatianku. Aku lupa bagaimana, akhirnya aku dan kamu saling kenal. Begitu pula aku dan si cowok kelas 2. Pada suatu waktu akhirnya aku jadian dengan si cowok kelas 2. Kamu? Entah bagaimana caranya aku lupa, kita mulai kenal dan bercanda. Dan setiap hari sepulang sekolah, aku akan duduk di depan komputerku dan mengetik untukmu yang ada di sebrang komputermu. Kamu, kamu selalu membuat sore soreku menyenangkan dengan kelakarmu yang khas.
Aku menemukan sahabat baru.

Beberapa bulan bersama si cowok kelas 2, aku dan dia akhirnya putus. Aku mengalami patah hati besar besaranku yang pertama.  Kamu, masih ada di Senin dan Rabuku, dan layar komputerku, setia mendengarkan segala keluh kesahku yang itu itu saja. Kamu juga yang memberikanku saran saran yang benar-benar menguatkan, bukan sekedar simpati yang asal lewat. Sejak itu, kamu lah orang yang paling ku percaya untuk berbagi cerita ceritaku. Dengan keisenganmu yang terkadang kelewatan, kamu menghiburku dengan cara yang unik. Ya, menghiburku sampai aku menangis terkena isenganmu. (Kamu pasti ingat maksudku saat melihat gambar dibawah ini hahaha). Aneh memang, tapi kurasa cowok kelas 2 cukup berperan dalam mendekatkan persahabatan kita.Kamu mengajarkanku untuk menghindari pergaulan yang buruk. Kamu memberikanku gambaran dan arah dari dunia yang masih asing buatku.
Aku menemukan seorang kakak yang selalu kuinginkan

Saat aku naik ke kelas 2, kamu dan aku tetap bersahabat. Aku masih melihatmu setiap Senin Rabu dan pada layar komputerku. Kamu akhirnya membantu Randy melatih futsal cewek karena Angga sibuk skripsi. Kamu dan aku juga bersahabat dengan teman-teman baikku sesama anak futsal, Gita dan Diza. Dan dengan semena-mena kamu memanggil kami selir-selirmu sambil memasang tampangmu yang menyebalkan. Trio Macan. Aku, Gita, dan Diza. Dan kamu. si om om .Senin Rabuku selalu menyenangkan. 
Suatu malam selesai futsal, kamu mengantarku pulang. Saat itu kamu terperanjat karena ternyata rumahku hanya beda beberapa rumah dari rumah sahabatmu semasa SMA, Erick. Aku pun tak menyangka, Mas Erick, begitu aku memanggilnya, adalah teman mainku semasa kecil, tapi semenjak kami dewasa kami tak pernah bertemu. Kamu bilang, Mas Erick sekarang kuliah di Amerika dan akan pulang bulan Juni? Aku sebenarnya lupa bulan apa, kita anggap saja Juni.

Akhirnya aku naik ke kelas 3. Aku harus berhenti futsal. Sudah tidak ada lagi Senin Rabu. Walalupun begitu kita tetap saling bercerita. Tentang apa saja. Kuakui, aku sedikit kangen kamu, kangen Senin Rabu kita. Tapi tak apa karena setiap Mas Erick pulang, kita sering menghabiskan waktu bersama. Kamu, Aku, Mas Erick dan Ryo. Aku ingat, tahun itu, saat aku duduk di kelas 3 tiba-tiba Mas Erick dan Ryo jadi menjodoh-jodohkanmu denganku. Aku malu. Aku pikir tidak mungkin. Begitu pula saat aku bercerita ke Gita. Ya, tidak mungkin. Kamu dan aku adalah sahabat. Kamu adalah abangku. Kamu adalah pepen si penjaja bakso hihi :P


Walaupun begitu, hatiku terasa aneh saat mereka menyebut kamu.

Aku masuk kuliah. Tak lupa kamu memberiku nasehat-nasehat akan pentingnya menjaga pergaulan di dunia yang makin lama makin mengganas ini. Tak lupa pula kamu menawarkan jasa "curhat"mu bila nanti ada sesuatu yang kutemui dan tak kumengerti tentang dunia baru itu. Namun, tidak ada lagi Senin Rabu. Aku tinggal di rumah Neneku sekarang, tidak ada lagi waktu untuk bertemu. Hanya ada dirimu di layar komputerku. Tapi kamu masih disana. Masih ada saat aku menangis tengah malam dan ingin bercerita, masih ada saat aku merasa depresi dan tak berguna.

Semester 2 tiba. Aku lupa awal mulanya tapi tiba-tiba kita jadi sering bertemu. Mengadakan acara-acara di hari Sabtu dengan Gita dan Nico, sahabatku, sahabatmu. Mungkin karena saat itu Gita hampir jadian dengan sahabat SMA-mu, Ray. Aku juga lupa. Yang pasti acara Sabtu selalu kunantikan.
Tiba-tiba kamu berubah. Dari yang dulu selalu mencari celah untuk mengatai entah betisku, entah sifat cengengku, atau mantan-mantanku, menjadi orang yang lemah lembut terhadapku. Dengan tumbennya kamu mengarahkan motormu ke Stasiun Tebet hanya untuk mengantarku latihan softball. Aku bingung, kaget. Benar saja, kamu menyatakan perasaanmu padaku. Aku bodoh saat itu, karena tak mau membuka hati. Aku sedang dalam posisi paranoid terhadap cinta. Aku malah menjauhimu. Aku tahu kamu sedih. Aku merasa jahat. Sampai pada akhirnya kamu bicara padaku, bahwa kamu tak mau menggangguku lagi. Aku menangis.

Kuminta padamu untuk melupakan yang kamu katakan. Sungguh saat itu aku kangen padamu. Kangen dengan keisenganmu yang sampai saat ini belum tertandingi siapapun. Kangen dengan bijaknya kamu saat aku berkeluh kesah. Kangen dengan suara tawamu yang menggelegar tanpa henti itu. Kangen dengan cerita-cerita kita tentang mimpi masing-masing, tentang keinginan dan cita-cita. Aku ingin semua seperti dulu.

Waktu berjalan. Kamu dan aku kembali seperti dulu, namun kali ini kamu dan aku menghabiskan waktu bersama hampir setiap hari. Entah di rumah Gita, di tempat softball, atau makan-makan dengan Nico. Seperti mengganti Senin Rabuku yang hilang. Aku senang.

Lalu tiba-tiba seperti badai tornado hatiku berubah 180 derajat. Aku merasa bodoh karena setelah bertahun-tahun mengenalmu luar dalam aku baru menyadari, kamu lah yang selama ini aku cari. Semua kriteria prince charmingku selama ini ada di kamu. Perhaps, you're better. You watched me grow. You helped me grow. Dan tiba-tiba rasa sayangku padamu berubah. Bukan rasa sayang terhadap sahabat, tetapi lebih. Sekarang kamu bagaikan kopi 3 in 1, dan Senin Rabuku berubah jadi Senin sampai dengan Minggu bersamamu :)


Dear Efdian Rahman, they always tell me best friends are forever. Well I hope it's true.


With Love,
Qya

Kamis, 01 Juli 2010

Dear you

I'd love to say 

P.S please don't say a thing before we meet when I get home. sampai bertemu di dermaga :)

Senin, 28 Juni 2010

is it love

How do you know when you’re in love with someone? Is it when he’s the first thing that comes into you mind when you wake up and the last thing that you think of before you go to sleep? Or is it when your heart melts every time he looks into your eyes? The truth is, the signs come in a thousand different ways.

When you’re having a really bad day and hearing his voice on the phone just makes it all go away.When all you want to do is listen to him talk passionately about his plans for the future. When you would sacrifice your shopping time just to cheer him up on the field. When a mention of his name makes you miss him so much. When all you want to do is staying up and taking care of him when he’s sick. When your face glows every time you meet him. When even the way he laughs and eats and sleeps fascinate you. When you realize you can finish each other’s sentences. When you can recognize his perfume from miles away. When you laugh when he laughs. When you love seeing the reflection of yourself in his eyes.When you can’t stop smiling every time people talk about the two of you. When you remember him in your prayer. When you feel that he’s the only one who can understand you. When everything that makes him happy will make you happy, no matter how hurtful it is inside. When you’re often torn between your own egocentricity and your feelings for him. When really you’re mad at him but all you want to do is cry on his shoulder. When you can’t help glancing at him every other second as you’re both in the car and he’s seriously watching the traffic. When you actually enjoy the moment when he’s teasing you eventhough you’re pissed. When you dream of yourself being married to him with kids. When you want to be the woman who makes him coffee and puts on his tie every morning. When you’re seriously reconsidering the relocation because it means leaving him as you move to another countryWhen you find his boyish whining attitude is endearing. When you find his snoring endearing. When you have your own nickname for him. When every time his name pops up in your inbox you smile. When you gladly wipes his sweat as he changes your flat tire. When you find his singing entertaining even though he can’t carry a tune. When you forget when was the last time his name doesn’t cross your mind. When you can remember perfectly the sound of his funny laugh, his fake laugh, and his amused laugh. When he’s the only face you want to be on your 500 bucks Anya Hindmarch be-a-bag. When you would stay awake just to watch him sleep. When you’re seriously thinking of getting a tattoo of his name on your left hand. When he makes you happy and makes you cry at the same timeWhen you want him to always be your ‘imam’ when you’re praying. When you’re glad that you can be helpless sometimes because it means you can rely on his strong arms to help you.When being with him makes you want to be a better person. When everything could go wrong in the world and it’s okay, because he’s there, with you.


taken from : A Cup of Tea by Gita Savitri Devi
make your own one and let me know, bold/larger the line that fits you.

Selasa, 15 Juni 2010

Untuk Tuhan

Untuk yang tercinta, Tuhan,
sungguh, hari ini aku bersyukur. Bersyukur karena Kau memberikanku teman-teman yang luar biasa. Teman-teman yang tidak hanya tau cara bersenang-senang, namun juga menopang. Bersyukur karena mereka selalu siap meruncingkan telinga mereka untuk mendengar, mendengar keluh kesah dan rasa sakit sahabatnya; dan tak lupa membukakan tangan mereka untuk memeluk, mengamankan. 

Tuhan, hari ini aku bersyukur. Bersyukur karena aku disadarkan. Disadarkan bahwa semua orang memiliki sakitnya masing-masing. Namun aku juga disadarkan. Disadarkan bahwa tak peduli betapa banyak sakit yang harus diderita, aku, aku dan sahabat-sahabatku, akan selalu punya tempat untuk mengadu. Aku takkan sendiri, tidak. Tidak pula mereka. Sungguh Tuhan, hari ini aku bersyukur. 

Untuk yang terkasih, Tuhan, aku berterimakasih.

Senin, 07 Juni 2010

I guess I'm not that tough

They're just a great pain in the ass. They take you for granted, they're great dump-ers. Yeah dump-ers, as if that even a word. Mereka makhluk yang disebut cowok. Cowok as in pacar lebih tepatnya. I mean, boy-friends are really really great, but boyfriends? I don't think so. They tried real hard to get you (or at least made you think they're after you), play with your heart, and after they're bored? Boom! They give you a bitter ending. At least that's what they always give me. Buat gw mereka nggak adil. Mereka yang membuat para cewek-cewek jatuh cinta (bahkan membuat cewek-cewek yang tadinya benci setengah mati pada mereka jadi luluh) tapi mereka nggak bertanggung jawab. Saat udah bosen, mereka biarkan saja wanita-wanita malang itu tersengguk-sengguk sendirian. Sejak itu, gw pikir, that's enough playing around with feelings boys. I've had it. Well, no offense, I know not all boys are like that, but who knows? Maybe I'm just ain't lucky getting those who are real jerks?  

Lama-lama gw pikir, gw gak butuh pacar. Being single sangat menyenangkan. I get to hang around with my friends all the time, gak butuh izin ini itu, dan gak ada berantem-berantem yang merusak mood. I feel tough, and independent. Ya, beberapa bulan belakangan ini. Gak tau juga sih kenapa, yang jelas beberapa bulan belakangan ini, especially after I ended my last relationship, I lost trust. I don't believe in love. It's not that my last boyfriend was a monster or anything. He's actually nice and all. It's just that... I don't know, I just can't trust anymore.

But I guess I'm not that tough. Saat hari ini gw kesal dan bosan, sekedar mencari orang yang bisa diajak smsan, bikin gw ketawa, jadi kuping yang siap ngedengerin ledakan-ledakan amarah dari mulut gw. I know that's a best-friend's job, tapi entah kenapa gw lagi pengen aja berkeluh kesah dengan orang lain. With no special reasons. Mungkin karena liburan ini gw mulai nonton film cinta yang menye-menye lagi? Atau karena salah satu temen gw berencana memberikan suatu surprise gift ke pacarnya? Gak tau juga.someone who I could give cheesy love songs to? or simply someone who I could give my home made brownies to? You know, just simple cheesy stuff like that. I guess I'm not that tough now... Mungkin ternyata gw butuh orang yang... hmmm... bisa gw sms saat gw lagi kesel? bisa buat gw ketawa saat gw nangis?

People come and go, really nice people. I know I just need to trust again. And hopefully when I do, I'll meet my fairytale prince. I hope this time, my heart will choose him and his heart will choose mine. Then, we'll live happily ever after.




N.B:  Lirik lagu Both Sides Now-nya Love Actually yang satu ini lagi menjajah pikiran gw.. it goes like..


Moons and junes and ferris wheels, the dizzy dancing way you feel
As every fairy tale comes real; I've looked at love that way.
But now it's just another show. you leave 'em laughing when you go
And if you care, don't let them know, don't give yourself away.

I've looked at love from both sides now,
From give and take, and still somehow
It's love's illusions I recall.
I really don't know love at all.
 
 

Senin, 24 Mei 2010

browsing tempat kursus-LIBUUURRR!

http://www.babastudio.com/index2.php?page=program

Jumat, 14 Mei 2010

Friedrich Wilhelm Nietzche

Nggak disangka-sangka filsuf yang bilang bahwa "Tuhan sudah mati" ini ternyata tulisannya bagus-bagus juga. Bukan tulisan yang tentang Tuhan-nya ya. Gue suka gaya bahasanya, kayak puisi. Tapi serem banget ni orang kayaknya hiii.

Jadi ceritanya gw abis nyicil "Berkenalan dengan Eksistensialisme"nya Fuad Hassan dan disitu ada quote-quote dari si Nietzche ini. Well overall I thought he's a freak because he said that "God is dead!" and he calls himself Zarathustra which is the God of the ancient Persians. Terus salah satu quotenya yang gw pikir super serem adalah

"They did not end in a twilight, though this lie is told. Instead one day they laughed themselves to death. That happened when thr most godless word issue from one of the gods themselves-the word: 'There is one god. Thou shalt have no other god before me." An old grimbeard of a god, a jealous one, thus forgot himself. And then all the gods laughed and rocked on their chairs and cried: Is not just this godlike that there are gods but no god?" (Z-182, PN-294)

Serem kan? Tapi ternyata ada juga quote-quotenya yang gw suka kayak

"You great star, what would your happiness be had you not those for whom you shine" (Z-9, PN-121)
"I love those whose soul is deep, even when wounded...
I love those who has a free spirit and a free heart...
I love those who are as heavy drops, falling one by one out of the dark cloud that hangs over men, they herald the advent of lightning, and, as heralds, they perish." (Z-16, PN-128)

"Brave is he who knows fear but conquers fear, who sees the byss, but with pride" (Z-288, PN-400)

"But your lame foot is sitting on the horse too. When you reach your goal, when you jump off your horse--on your very height...you will stumble" (Z-290, PN-402) Ini buat orang yang menempati suatu tempat tinggi bukan karena ikhtiarnya sendiri

"Lift up your hearts, my brothers, high, higher!
And do not forget your legs either" (Z-294, PN-406)

"One repays a teacher badly if one always remains nothing but a pupil" (Z-78, PN-190)

"They do not understand me; I am not the mouth for these ears" (Z-18, PN-130)

Sisanya? Serem dan freak -,-" Udah bilang Tuhan sudah mati, terus dia bilang perang itu keharusan biar bisa tau bangsa mana yang paling kuat, bangsa yang kalah diem aja katanya suruh tunduk sama yang kuat. zzzz. Serem! But it's just my point of view though..

Sabtu, 08 Mei 2010

Metpenstat Ceria

Halo semuanya sekarang gw lagi ada di margonda residence, mengerjakan penelitian metpenstat I bersama sasti kara dan lisan.
Gambaran Orientasi Belajar Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dengan IPK Lebih Besar Sama Dengan 3.51  
Akhirnyya hampir selesaaaaii! Uhuy!

Jumat, 07 Mei 2010

Pulang

Ayo papa, mama cepat jemput aku. Aku kangen rumah. Kangen mama kangen papa kangen adek. Besok pagi aku harus ke depok lagi nih. Ayo ayo...

Sometimes Being a Perfectionist Kills You

Sejak masuk kuliah gw ngerasa jadi makin perfeksionis. Gw pengen semua berjalan sesuai rencana gw. Gw mengestimasi waktu, mencari apa-apa saja yang kira-kira bisa mengacaukan kerjaan gw, dan kadang gw membuat alternatif. Gw pengen tugas-tugas gw flawless. Bikin ppt yang sebenernya bisa selesai dalam setengah jam aja bisa gw kerjain selama berjam-jam. Buat apa? Buat naro-naro gambar, hias-hias, sampe mindah-mindahin tulisan atau gambar ke tempat yang paling bagus at least menurut gw. Beda 3 cm aja buat gw udah beda banget. Salah ketik satu huruf di makalah? Gw bakal sebel setengah mati, bisa kepikiran sampe lamaaa. Yes I know I'm such a freak.

Well most of the time, when there's not too much work to finish, being a perfectionist gives me lots of credits.Karena gw ngerjain tugas-tugas gw dengan sebaik yang gw bisa, nilai tugas-tugas gw bisa dibilang lumayan lah. Setidaknya buat nutup-nutup nilai UTS sama UAS kalo jelek nantinya. Selain itu karena gw periksa berkali-kali tugas gw sebelom gw print atau kumpulin, gw bisa mengkritisi tugas gw sendiri. Gw bisa nambahin atau ngurangin banyak hal sampe tugas gw gw anggep sempurna. Karena itu gw sangat sangat sangat jarang prokrast. Ngerjain tugas di saat-saat terakhir akan ngebuat gw jantungan hehe. Ngerjain satu tugas aja bisa gw periksa berhari-hari, ini lagi mau prokrast. Sasti, temen gw juga sama kayak gw. Dia juga tipe yang perfeksionis dan terstruktur, jadi biasanya kita saling memfeedback tugas-tugas satu sama lain. Tiada hari tanpa email-emailan tugas sama dia deh. Yeah I know I'm a freak.

Walaupun jadi orang perfeksionis itu biasanya menguntungkan, tapi di saat-saat seperti ini dan di akhir-akhir semester, menjadi seorang perfeksionis akan membuat anda GILA. Dengan jumlah tugas yang setinggi gunung everest, akan sangat susah buat meriksa satu tugas berkali-kali. Rasanya nggak puas banget. Kadang gw tau waktunya mepet banget dan sebenernya kalo gw mau buat ala kadarnya ya gw bisa ngerjain tugas yang lain, tapi gw nggak tegaa rasanya. Huhuhu. Kayak kemaren deh, gw mabok banget sama yang namanya bikin presentasi. Gimana nggak, hari kamis gw presentasi psium,  jumat presentasi inkemas, senin presentasi penelitian metpen, selasa presentasi agama. Mana tadi inkemas gak kedapetan giliran jadi selasa deh presentasinya, harus ada yang diganti-ganti lagi pula. Nah gw kemaren bikin presentasi inkemas, berjam-jam itu bikinnya cuma gara-gara nyari warna background, ngepasin sama warna font, lalala hal-hal remeh temeh kayak gitu. Sedangkan dari hari senen gw pulang malem terus ngerjain tugas di kampus. Sampe rumah mandi solat makan langsung nerusin lagi sampe setepar-teparnya. Yang namanya rontok, rontok banget ini badan, tapi gw mau bikin ppt ala kadarnya aja gak bisaa. Kayaknya sayang aja gitu. Jadilah gw bikin ppt sampe jam setengah 12 cuma hias-hias sama ngedit videonya doang padahal -sambil ingin menangis karena badan gw meraung-raung ingin istirahat-.

Bener deh being a perfectionist really really kills you! Di fakultas gw semuaaa mata kuliah itu tugasnya 90% tugas kelompok. Saat gw nggak dapet kelompok yang tipe kerjanya nggak sejalan sama gw, gw stress sendiri. Gw tipe yang nyicil, mikirin terus, sedangkan beberapa orang tipe yang santai go with the flow aja. Sebenernya itu nggak apa-apa, karena emang semua orang punya tipe belajarnya sendiri-sendiri. Tapi gw jadi superpaniik. Padahal ya sebenernya mungkin deadlinenya atau tugasnya nggak semengerikan itu, tapi gw gak mau yang ala kadarnya. Nahlo nyebelin kan. Gw aja suka sebel sama diri sendiri. Kenapa banget sih nggak bisa santai aja. Kebanyakan panik nggak jelas. Gw pengen jadi orang yang santai deh, nggak ngebebanin tugas. Karena gw perfeksionis gw bisa ngerjain satu tugas aja tuh lamaaa banget. Grrrr banget deh. 

Di minggu-minggu hectic penuh penelitian kayak gini sifat gw yang ini sangat nyusahin deh. Bener-bener ya istirahat makan aja gw cuma ke kantin sekali di minggu ini, sisanya ya makan ala kadarnya aja yang ada jualan di lantai itu. Itupun makannya sambil ngetik. Udah kayak robot banget hidup gw minggu ini. Mekanikal. Kerjaan gw cuma ke kampus, buka laptop, kuliah, jadi subyek penelitian, buka laptop, makan sambilmasihbukalaptop, solat, kuliah, buka laptop, ngereta, mandi, solat, buka laptooop, tidur. Besoknya bangun gitu lagi. Kasihan si laptop pasti dia ngosngosan. 
 
Ngomongin penelitian, gila banget deh kalo minggu-minggu sebelum UAS mah. Dari angkatan 2009-2007 semua penelitian. Satu angkatan ada 200an, satu kelompok sekitar 5 orang. 40x3=120. Ya, 120 kelompok melakukan penelitian dengan subyek yang kurang lebih sama, mahasiswa psikologi ui juga. Jadi minggu-minggu ini kita semua mabok richeese, tango, gerry, dan teman-temannya yang jadi reward buat responden. Setiap abis kelas ada kali 2-3 kelompok yang ngasih kuesioner atau minta jadi subyek eksperimen. Sehari bisa jadi  subyek 5 penelitian. Itu tiap hari. Bayangkan betapa maboknya. Belom lagi deadline tugas-tugas akhir yang bertubi-tubi. Belom lagi bentrok waktu kumpul kelompok, mengingat tiap mata kuliah tugasnya kelompok. Belom lagi kesalahan-kesalahan yang kecil tapi grrrrrrrrr banget saat bikin tugas dan baru inget di saat-saat terakhir. Kayak tiba-tiba gw baru tau kuesionernya harus ada data kontrolnya. Akhirnya semua respondennya di sms satu-satu minta data kontrol. Terus tiba-tiba detik-detik sebelum presentasi ada slide yang lupa ditambahin. Tiap hari ada sport jantungnya sendiri, kalo kata Sasti lama-kelamaan dia akan struk. Sedangkan gw sudah mewek-mewek dua kali di minggu ini. Dalam 3 hari gw melihat 3 orang menangis karena beban tugas yang gila-gilaan. Padahal baru semester 2. Kata senior-senior gw makin ke atas akan semakin GILA. Gak bisa ngebayangin nasib senior-senior gw yang tugasnya lebih bikin stroke lagi. GILA MINGGU INI HECTIC BANGET! Jadi ngelantur, curhat deh maaf ya. Saya sedang sangat butuh katarsis. 

-supercapekngerjaintugas2010- berhubung besok sabtu ke kampus untuk ngerjain tugas-lagi jadi kompensasi boleh ol deh malem ini nyonyonyonyo

Tugas menerkam, UAS mencekam, Stroke mengintai (Sasti, 2010)

Jumat, 30 April 2010

mengapa banyak pria suka selingkuh dan banyak wanita matre

Sebuah kutipan tugas mata kuliah Faal
oleh Atthahira Sastia Kartika, Rinjani Ramadhani, dan Rizqya Juwita

Q:  Mengapa pria lebih tertarik untuk memiliki lebih banyak pasangan dibanding wanita? 
A:
Brizendine (2006) mengemukakan bahwa wanita cenderung lebih setia karena mereka hanya dapat menghasilkan satu anak dalam sekali pembuahan. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Kalat (2009), bahwa seorang wanita  hanya dapat hamil sekali dalam sembilan bulan seberapa banyak pun mereka melakukan hubungan seks. Oleh karena itu para perempuan lebih  menginginkan kesetiaan  dengan satu pasangan untuk membantu mereka membesarkan anak-anaknya.
Hal yang berbeda dikemukakan oleh Gangestad & Simpson dalam Kalat (2009), bahwa  pria seringkali  dihadapkan pada dua pilihan, yaitu; memiliki banyak pasangan dan berharap bahwa pasangannya lah yang akan membesarkan anaknya tanpa campur tangan dirinya, atau setia pada satu orang perempuan dan membantu pasangannya tersebut membesarkan anak-anaknya. Hal ini lalu diturunkan oleh nenek moyang manusia melalui gen-gen tertentu.
Teori tersebut ditegaskan lagi oleh Brizendine (2006) yang mengemukakan hal serupa berdasarkan riset  yang menemukan bahwa laki-laki memperlihatkan perilaku-perilaku yang bervariasi dari poligamis total hingga monogamis total. Hipotesis yang diajukan para ilmuan adalah terdapatnya perbedaan gen dan hormon yang menyebabkan perilaku tersebut.
Dalam buku lainnya terdapat teori yang membantu menguatkan pernyataan dari Brizendine dan Kallat. Menurut  Budd dalam Harding terlihat bahwa pria memiliki banyak pasangan karena mereka ingin menyeleksi atau memilih yang terbaik diantara para wanita yang telah diajaknya berkencan. Hal ini terjadi karena pria ingin mendapatkan keturunan yang terbaik  dari pasangannya. Sehingga salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memiliki banyak pasangan. 
Q: Baik pria maupun wanita tertarik pada pasangan yang sehat, pandai, jujur, dan menarik. Namun mengapa wanita pada umumnya lebih peduli dengan kekayaan dan kesuksesan seorang pria, sedangkan pria tidak terlalu mengutamakan kekayaan dan kesuksesan wanita?
A:
Alasan yang dapat menjelaskan tentang kenyataan atau fakta diatas ditemukan didalam buku Brizendine, The Female Brain. Dalam buku itu terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh David Buss, seorang Psikolog Evolusi. Ia melakukan  penelitian pada 10.000 orang dalam 30 jenis kebudayaan yang berbeda di seluruh dunia dan menanyakan mereka tentang preferensi  pasangannya. Dari hasil penelitiannya ditemukan bahwa wanita tidak terlalu mempersoalkan fisik pasangan namun kekayaan lah yang utama. Oleh karena itu ia menyimpulkan bahwa preferensi ini bersifat universal, dan karena itu ia membuat spekulasi bahwa preferensi ini diturunkan pada wanita dan memiliki tujuan tertentu.
 Sedangkan Robert Trivers dari Rutgers University berpendapat bahwa hal ini merupakan suatu strategi seorang wanita untuk mendapatkan pasangan.  Wanita memiliki sel telur yang terbatas sehingga mereka mencari pasangan yang paling unggul diantara yang unggul.
 Teori lain terlihat didalam buku Kalat (2009), Trivers dalam Brizendine (2006), dan Sparks dalam Miracle, Miracle, & Baumeister (2003). Mereka mengemukakan hal yang sama yaitu saat manusia berada dalam tahap primitif, mereka memiliki tantangan terberat dalam hal bereproduksi dan menjamin kelangsungan hidup anak. Hal ini dimaksudkan  agar mereka dapat bertahan hidup cukup lama dan meneruskan generasi mereka. Oleh karena itu akses sandang, pangan, dan papan sangat esensial bagi mereka  Hal ini diturunkan kepada penerus-penerus mereka, yaitu wanita masa kini (Brizendine, 2006).
 Alasan lain yang dapat menjelaskan tentang ketertarikan wanita pada pria yang berpendidikan dan memiliki gelar profesional menurut Buss dalam Miracle, Miracle, & Baumeister (2003) dikarenakan kedua hal tersebut sangat berkaitan erat dengan status sosial di masyarakat. Wanita sangat memikirkan status sosial metreka di masyarakat dibanding pria.
Hal ini juga ditegaskan oleh Trivers dalam Sternberg (1988), telah disebutkan dalam sebuah teori yang  memprediksikan bahwa potensi orang tua yang dimiliki oleh pria akan digunakan oleh wanita sebagai dasar pemilihan seksual. Para wanita lebih memilih pria yang lebih baik atau lebih menonjol pada apa yang dimilikinya. Hal menonjol yang dimiliki oleh para pria dan banyak dilirik oleh para wanita adalah uang, kedudukan, kepemilikan, dan tingkah lakunya.
Selain itu, pria dan wanita juga memiliki cara tersendiri untuk menarik lawan jenis mereka. Dalam cara menarik lawan jenis, menurut Sternberg (1988) erilaku wanita dan pria sangat berbeda apabila mereka sedang menarik perhatian lawan jenisnya. Wanita lebih suka menonjolkan kemudaan, kesehatan, kekuatan, dan keadaannya yang reprooduktif. Sedangkan para pria lebih suka menonjolkan hal penting  yang dimiliki, seperti memberikan hadiah kepada pasangan, kebijaksanaan, dan kemampuan atau kelebihan lainnya.
Menurut Sternberg (1988),  pria yang dipilih oleh wanita produktif sebagai pasangan hidup adalah pria yang mampu atau produktif juga dibandingkan dengan pria yang memilih wanita yang tidak terlalu produktif. Hal ini dilakukan oleh wanita dan pria untuk memaksimalkan atau mendapatkan gen yang baik. 
 
Daftar Pustaka
Brizendine, L. 2006. The Female Brain. Jakarta: Ufuk Press.
Kalat, J.W. 2009.  Biological Psychology 10th Ed. USA: Wadsworth Cengage Learning
Miracle, T.S., Miracle, A.W., Baumeister, R.F. 2003. Human Sexuality: Meeting Your Basic Needs. New Jersey: Prentice Hall
            Sternberg, R.J. 1988. The Psychology of Love. New York: Yale University


Happy Birthday Squidy!

Sabtu, 1 Mei 2010

Si Oom berulangtahun. Wih udah 19 tahun aja lo, tua! Bhahaha :P
Yaudah cuma ingin mengucapkan 


SELAMAT ULANGTAHUN NICO KHAMARULLAH!

Semoga kita semua bisa bersahabat sampe kakek nenek. Ngopi-ngopi bareng di beranda asek haha.

N.B: Seneng banget tadi ketemu Aeng alias Rachel Agustiningtyas yang sudah berabad-abad ga ketemu. Kangeeeen :)

Minggu, 25 April 2010

Insight dari Inkemas

Halo semuanya, gw sebenernya udah lama pengen ngepost ini tapi lupa-lupa terus. Jadi ceritanya pas kuliah Inkemas (lagi) kita lagi belajar tentang sosialisasi gitu. Terus tiba-tiba di salah satu slide ada gambar


Coba liat deh nomor 2. Pas liat gambar ini gw miris banget deh. Jelas dia jawab itu bukan karena dia bodoh, coba aja liat nilainya 83=bagus. Terus sama gurunya disalahin lagi. Kebayang ga sih kalo anak kecil jawab kayak gini berarti dia lebih deket sama pembantunya dibanding sama mamanya. Gw bingung mau nulis apa lagi. Cuma mau share ini huii

Repost from Noel :)

1. Apakah nama profile blog-mu? Apa artinya?
Apa ya? Qya? Speakerbird? Rizqya Juwita? Sejujurnya gw ga ngerti nama profile itu yang mana

2. Apakah nama blog-mu, apa artinya dan mengapa dinamakan seperti itu?
Speakerbird. Hah sebenernya gw agak bingung juga kenapa. Awalnya gw bingung mau namain blog gw apa. Mau nama yg serius-serius ujung-ujungnya nyampah. Mau namain nyai blorang udah punya sasti itu hahaha :P
Entahlah tiba-tiba Speakerbird came to mind. Mungkin karena gw bawel jadi suka berkicau dan gw pengen kicauan gw didenger orang-orang jadi pake speaker deh biar keras. zet zet zet

3. Sejak kapan mulai tertarik untuk membuat karya tulis?
Pas SD sih gw bercita-cita jadi penulis karena gw suka banget baca. Dulu sering bikin cerpen-cerpen tapi gak ada yang selesai. Udah gitu lama kelamaan skill menulis gw nampaknya mengering haha. Baru tertarik lagi setelah kuliah gara-gara kuliah Logika dan Penulisan Ilmiah yang kerjanya nulis nulis dan lagi lagi nulis
 

4. Apa motivasi gw buat blog ini?
Hm.. Sebenernya sih iseng aja. Biar kalo ada kejadian-kejadian yang lucu-lucu atau malah yang sedih-sedih bisa gw inget walaupun udah bertaun-taun berlalu. Selain itu buat katarsis dong! :)

5. Siapa yang menginspirasimu untuk ngebuat blog?Inspirasi ya? Hmmm. Temen-temen gw yang pasti. Sahabat-sahabat gw dari orok sampe segini gede. (My beloved MDGCR -Gita, Shilvi, Poet, Aeng, Squidy, Agan-, Bobby and the curlz -Boby si ketuageng haha, Noel, Cumi, Diza, Marce-, si devil-devil -Sasti, Ipah, Irien, Echie, Nia-, Efdian, dan semua temen baik gw deh pokoknya. Nyokap gw. Kuliah. Semua yang terjadi di sekitar gw deh pokoknya.

6. Siapa teman bloger yang mengajari dan membantumu membuat blog?(say something for apreciation),Gita, Cumi, Noel, Dayat, dan masih banyak lagii :) Ayo liat blog mereka. Bagus-bagus banget lhoo!

7. Sekarang sudah punya berapa blog? Apa saja?
Satu lah satu aja bapuk hahaha

8. Pertanyaan-pertanyaan di atas dihibahkan kepada…Hmmm... Efdian Rahman dan Gita Savitri Devi :D

Sabtu, 24 April 2010

24 jam

Kadang 24 jam sehari gak cukup rasanya. Kadang gw pengen gak peduli tapi semua baik-baik aja. Pengen nangisss

Senin, 19 April 2010

Love Cold

You know, now it's cold
Then sometimes it came to mind
Could love come again?
'cause now it feels so cold

Love kills you,
They do

Why tying a bond
When it would became fragile
by time

And it cuts
It really does,
When it breaks

Alone seems alright
Alone relieves the fright